<
← Kembali ke Blog

Tools Pengukuran untuk Mengecek Hasil Rewinding — Before & After

Rewinding Motor Listrik

Kenapa Quality Control Itu Penting dalam Rewinding?

Rewinding motor bukan sekadar mengganti kawat lama dengan yang baru. Tanpa pengujian yang proper, motor yang sudah di-rewind bisa gagal beroperasi — atau lebih parah, bisa rusak parah saat dinyalakan, membahayakan teknisi dan equipment lain. Di UNO Solusi Teknik, setiap motor yang selesai di-rewind melewati serangkaian pengujian untuk memastikan kualitas setara atau melebihi standar pabrikan.

Pengukuran Sebelum Rewinding (Before)

1. Megger Test (Insulation Resistance Test)

Megger digunakan untuk mengukur resistansi isolasi antara kumparan dan body motor dalam megaohm (MΩ). Nilai yang sangat rendah menandakan isolasi sudah rusak parah dan perlu dilakukan rewinding.

Standar minimum:

  • Motor baru: > 100 MΩ
  • Motor layak beroperasi: > 10 MΩ
  • Motor butuh perhatian: 1-10 MΩ
  • Motor harus di-rewind: < 1 MΩ

2. Surge Test (Interturn Test)

Surge tester mendeteksi kerusakan antar lilitan (interturn fault) yang tidak terdeteksi oleh megger. Pulse voltage diberikan ke setiap kumparan dan bentuk gelombang output dibandingkan. Kumparan yang bermasalah akan menunjukkan pola yang berbeda.

3. Visual Inspection

Inspeksi visual meliputi pengecekan: kondisi bearing dan lubrication, shaft dan coupling, koneksi terminal dan kabel, kondisi fan dan cooling blade, serta tanda-tanda overheating atau kontaminasi.

Pengukuran Setelah Rewinding (After)

4. Megger Test (After Rewinding)

Setelah winding baru terpasang, megger test ulang untuk memastikan resistansi isolasi > 100 MΩ (untuk motor baru), tidak ada hubungan singkat antara lilitan, dan ground insulation integrity terjaga.

5. Resistance Test (DC)

Setiap kumparan diukur resistansi DC-nya menggunakan presisi ohm meter. Nilai resistance tiap phase harus sangat mendekati satu sama lain — ketidakseimbangan lebih dari 2% menandakan masalah.

6. No-Load Run Test

Motor dijalankan tanpa beban selama 30-60 menit untuk memverifikasi: arus start dan running sesuai spesifikasi, tidak ada getaran abnormal, suhu winding naik secara normal, dan tidak ada suara tidak normal.

7. Vibration Test

Menggunakan vibration analyzer, teknisi mengukur tingkat vibrasi motor pada berbagai titik. Standar ISO 10816-3 menentukan batas vibrasi yang допустим untuk berbagai ukuran motor.

8. Temperature Monitoring

Selama run test, temperature winding dipantau menggunakan thermal camera atau thermocouple probe. Temperature tidak boleh melebihi rating thermal motor (kelas B: 130°C, kelas F: 155°C, kelas H: 180°C).

Dokumentasi Hasil Pengujian

Setiap motor yang kami rewinding dilengkapi dengan laporan pengujian yang mencakup: hasil megger test before dan after, surge test comparison, resistance measurement per phase, load test data, vibration measurement, dan thermal imaging photos.

Butuh Jasa Rewinding Motor atau Generator?

Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan penawaran harga terbaik.

← Kembali ke Blog

Tautan Terkait:

uno-st.com Blog