← Kembali ke Blog

Dari Insulation <10 kΩ ke 2,74 GΩ — Rewinding Motor 37KW IPJ AGRO

Stator motor 37KW IPJ AGRO setelah rewinding UNO Solusi Teknik

Motor 37KW yang sudah mengalami stator burn out biasanya tidak cukup ditangani dengan “ganti gulungan lalu selesai”. Pada unit AC Electromotor milik CV Indo Permata Jaya (AGRO), hasil inspeksi awal menunjukkan problemnya datang dari dua sisi sekaligus: kondisi insulation sudah gagal, dan bagian mekanikal journal serta housing bearing juga keluar toleransi.

Pekerjaan ini merujuk pada report UST.AC-042026-006 tanggal pekerjaan/laporan 15 April 2026. Scope UNO Solusi Teknik meliputi dismantling, stator rewinding, repair journal dan housing bearing, replacement bearing, refurbishing, painting, sampai final no-load running test.

Data Motor

CustomerCV Indo Permata Jaya (AGRO)
EquipmentAC Electromotor / Induction Motor
Daya / Tegangan37KW / 380V
Speed1500 RPM
Bearing6313-C3 sisi DE dan NDE
Job NumberUST.AC-042026-006
ReferensiIEEE 43-2013 dan EASA AR100

Kondisi Awal: Stator Terbakar dan Insulation Gagal

Hasil electrical initial test menunjukkan kondisi winding sudah tidak sehat. Winding resistance tidak seimbang: U-V terbaca 0,00 Ω, V-W 167,19 Ω, dan U-W 0,00 Ω. Insulation resistance juga drop sampai <10,00 kΩ, dengan Polarization Index 1. Secara praktik repair rotating equipment, ini masuk kategori gagal dan harus dilakukan rewinding.

Kondisi awal motor 37KW IPJ AGRO sebelum repair
Kondisi awal motor saat masuk workshop: body kotor, cat rusak, dan perlu inspeksi total sebelum pekerjaan repair.
Electrical inspection awal motor 37KW IPJ AGRO gagal insulation dan winding resistance
Initial electrical inspection menunjukkan winding resistance fail, insulation resistance sangat rendah, dan PI tidak memenuhi.

Temuan Mekanikal: Journal dan Housing Bearing Out of Tolerance

Masalah tidak berhenti di stator. Dimensional check menunjukkan journal dan housing bearing juga keluar toleransi. Journal DE terbaca 64,085 mm, journal NDE 65,000 mm, housing DE 140,050 mm, dan housing NDE 140,040 mm. Kondisi seperti ini berpotensi membuat bearing tidak duduk presisi, rotor turun ke arah stator core, lalu memicu panas berlebih sampai winding terbakar.

Catatan teknis: stator burn out sering terlihat sebagai problem elektrikal, tapi penyebab awalnya bisa mekanikal. Lack of greasing, bearing seat aus, dan housing longgar dapat membuat rotor tidak lagi center terhadap stator. Akibatnya air gap tidak seragam, temperatur naik, dan insulation cepat fatigue.
Detail journal DE motor 37KW sebelum repair
Detail journal shaft sisi DE sebelum repair. Area ini diperiksa karena mempengaruhi fit bearing dan posisi rotor.
Dimensional inspection journal dan housing bearing motor 37KW
Dimensional inspection menjadi dasar mechanical repair, bukan sekadar visual check.

Scope Repair: Rewinding + Mechanical Restoration

UNO melakukan dismantling secara hati-hati dan mendokumentasikan setiap komponen. Stator kemudian direwinding penuh, rotor assembly dibersihkan, dilakukan drying out, re-varnish, dan balancing. Dari sisi mekanikal, journal bearing DE/NDE serta housing bearing DE/NDE diperbaiki agar kembali ke toleransi, kemudian dipasang bearing baru 6313-C3.

Stator motor 37KW setelah rewinding
Stator setelah rewinding: coil baru tersusun rapi, siap melewati proses insulation test dan assembly.
Motor 37KW IPJ AGRO setelah repair dan painting
Motor setelah cleaning, painting, reassembly, dan final preparation sebelum running test.

Hasil Before vs After

Setelah repair, insulation resistance naik menjadi 2,74 GΩ. Winding resistance kembali balanced di sekitar 195,6 Ω. Dimensi journal dan housing bearing juga kembali masuk toleransi.

ParameterSebelum RepairSesudah RepairStatus
Winding ResistanceUnbalanced / fail±195,6 Ω balancedAcceptable
Insulation Resistance<10,00 kΩ2,74 GΩAcceptable
Polarization Index1N/A karena IR sudah GΩ rangeAcceptable
DE Journal64,085 mm65,010 mmAcceptable
NDE Journal65,000 mm65,010 mmAcceptable
DE Housing140,050 mm140,010 mmAcceptable
NDE Housing140,040 mm140,010 mmAcceptable

Final No-Load Running Test

Setelah assembly, motor diuji tanpa beban. Tegangan test berada di sekitar 402V, current stabil di kisaran 12,06–12,56 A, speed terukur 1514 RPM, dan temperatur setelah 30 menit masih aman: frame 35,9°C, DE 40,5°C, NDE 44,5°C.

Parameter Running TestHasil
Voltage402 V balanced
Current12,06–12,56 A
Speed1514 RPM
Vibration DEH 0,9 — V 0,9 — A 0,5 mm/s
Vibration NDEH 1,1 — V 1,0 — A 0,4 mm/s
Temperature 30 menitFrame 35,9°C — DE 40,5°C — NDE 44,5°C
Current dan vibration test motor 37KW IPJ AGRO
Pengukuran current dan vibration saat no-load running test untuk memastikan motor stabil setelah repair.
Thermal imaging dan speed test motor 37KW IPJ AGRO
Thermal imaging dan tachometer digunakan untuk memastikan distribusi temperatur aman dan speed tercapai di 1514 RPM.

Pelajaran Teknis dari Kasus Ini

Pada motor 37KW ini, failure bukan hanya “gulungan terbakar”. Ada hubungan langsung antara kondisi lubrication, bearing fit, posisi rotor, panas, dan fatigue insulation. Karena itu, repair yang benar harus memeriksa dua disiplin sekaligus: elektrikal dan mekanikal.

Dengan referensi IEEE 43-2013 untuk insulation resistance dan EASA AR100 untuk repair rotating electrical apparatus, hasil akhir tidak hanya dinilai dari motor bisa hidup, tetapi dari data: insulation sehat, dimensi masuk toleransi, vibration rendah, temperatur aman, dan speed sesuai.

Motor burn out, insulation drop, atau bearing housing sudah aus?

Insulation <10 kΩ → 2,74 GΩ • Speed 1514 RPM • Vibration ≤1,1 mm/s

UNO Solusi Teknik membantu inspeksi, rewinding, repair journal/housing bearing, balancing, painting, sampai running test lengkap dengan report teknis.

Konsultasi Repair Motor via WhatsApp