Motor kecil di utility plant sering terlihat sederhana. Tapi begitu arus antar fase mulai tidak seimbang saat solo run, akar masalahnya tidak boleh langsung dianggap “hanya gulungan”. Pada unit Motor Backwash UF A milik PLTU Kaltim Teluk, pemeriksaan menunjukkan kombinasi masalah elektrikal dan mekanikal yang harus diselesaikan satu paket.
Pekerjaan ini dilakukan berdasarkan laporan inspeksi proyek P-26420.945, dengan tanggal pekerjaan/laporan 15 April 2026 sampai final test 29 April 2026. Scope UNO Solusi Teknik mencakup inspeksi, dismantling, rewinding, repair housing bearing, reassembly, hingga no-load running test.
Data Motor
| Customer | PLN Nusantara Power — PLTU Kaltim Teluk Balikpapan |
| Equipment | Motor Backwash UF A |
| Daya / Tegangan | 15KW / 400V, 3 Phase, 50Hz |
| Arus | 27 A |
| Speed Nameplate | 2930 RPM |
| Frame | 160M |
| Bearing | 6209-C3 (DE) dan 6309-C3 (NDE) |
| Referensi | IEEE 43-2013, IEEE 522-2004, EASA AR100, IEC 60072-1 |
Kondisi Awal: Terminal Rusak, Fan Pecah, Housing Bearing Out of Tolerance
Dari pemeriksaan awal, motor datang dengan kondisi fisik yang sudah cukup berat: terminal box dan terminal block rusak, fan pecah, area rotor-stator kotor, serta terdapat retak pada bodi motor. Riwayat utama dari user adalah unbalance current saat motor dijalankan tanpa beban.
Bagian yang paling penting ada pada inspeksi dimensi housing bearing. Housing DE terukur Ø85,040 mm dari standar Ø85,022 mm, sedangkan housing NDE terukur Ø100,050 mm dari standar Ø100,022 mm. Keduanya sudah melewati batas toleransi.
Scope Repair: Rewinding, Metalspray, Terminal Box Baru, dan Reassembly
Setelah motor dibongkar dan seluruh kondisi dicatat, pekerjaan dilakukan berurutan agar akar masalahnya tertutup dari sisi elektrikal maupun mekanikal. Stator direwinding ulang, dipernis, lalu melalui proses pemanasan. Housing bearing DE dan NDE diperbaiki dengan metode metalspray untuk mengembalikan dimensi fit bearing.
Komponen pendukung yang rusak juga diganti: terminal box dimanufaktur baru, terminal block diganti, fan pendingin diganti, bearing baru dipasang, retak pada bodi motor diperbaiki dengan pengelasan besi cor, kemudian motor dibersihkan dan dicat ulang.
Hasil Setelah Repair
Setelah repair, parameter kritikal dicek ulang. Nilai insulation resistance naik menjadi 3,14 GΩ. Housing bearing yang sebelumnya out of tolerance dikembalikan menjadi Ø85,010 mm untuk DE dan Ø100,010 mm untuk NDE.
| Parameter | Sebelum | Sesudah | Status |
|---|---|---|---|
| Insulation Resistance | 1,400 MΩ / ±1,4 GΩ | 3,14 GΩ | Acceptable |
| Winding Resistance U-V | 0,38 mΩ | 0,44 mΩ | Balanced / acceptable |
| Housing Bearing DE | Ø85,040 mm | Ø85,010 mm | Acceptable |
| Housing Bearing NDE | Ø100,050 mm | Ø100,010 mm | Acceptable |
No-Load Running Test 30 Menit
Motor kemudian diuji no-load selama 30 menit. Parameter yang dimonitor meliputi arus tiap fase, temperatur bearing/frame, vibration, speed, dan pengecekan thermal untuk memastikan tidak ada hotspot yang abnormal.
| Parameter Running Test | Hasil |
|---|---|
| Current | Stabil di kisaran 5,16–5,49 A per fase |
| Temperature | DE 42,7°C — Frame 39,9°C — NDE 35,3°C |
| Vibration | Horizontal 1,6 mm/s — Vertical 0,8 mm/s |
| Speed | 2999 RPM |
Kenapa Repair Ini Tidak Boleh Setengah Jalan
Kalau hanya stator yang direwinding tapi housing bearing tetap longgar, motor bisa terlihat hidup normal di awal, namun potensi vibration, panas, dan kerusakan bearing akan kembali muncul. Karena itu, pendekatan yang dipakai harus lengkap: electrical check, mechanical dimensional check, repair fit bearing, baru kemudian assembly dan running test.
Standar seperti IEEE 43-2013 untuk insulation resistance dan EASA AR100 untuk praktik repair rotating equipment menjadi acuan penting supaya pekerjaan tidak berhenti di “motor bisa hidup”, tetapi benar-benar layak operasi.
Punya motor dengan arus tidak seimbang, bearing cepat rusak, atau insulation drop?
UNO Solusi Teknik membantu inspeksi, rewinding, repair housing bearing, balancing, sampai running test dengan dokumentasi teknis yang jelas.
Konsultasi Repair Motor via WhatsApp